Keep up with our latest news and site updates

Subscribe Via RSS Reader

Seo Elite: New Seo Software! The Grand Daddy Of All Seo Software! Get A Top 5 Google Ranking In Under 30 Days! Click Here! Acne Free In 3 Days. All Natural Cure For Stopping Acne In 3 Days! Click Here!
Id

Id

Sikap mandiri sudah dapat dibiasakan sejak anak masih kecil. Mulai dari memakai pakaian sendiri, menalikan sepatu atau bermacam pekerjaan-pekerjaan kecil sehari-hari lainnya. Kedengarannya mudah, namun dalam prakteknya pembiasaan ini seringkali banyak hambatannya. Tidak jarang orang tua merasa tidak tega atau justru tidak sabar melihat si kecil yang berusaha menalikan sepatunya selama beberapa menit, namun belum juga memperlihatkan hasilnya.

Memang masalah yang dihadapi anak sehari-hari dapat dengan mudah diatasi dengan adanya campur tangan orang tua. Namun cara ini tentunya tidak akan membantu anak untuk menjadi mandiri. Ia akan terbiasa tergantung kepada orang tua apabila menghadapi persoalan atau hal-hal yang kecil sekalipun.

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan orang tua untuk melatih dan membiasakan balita menjadi mandiri :

1. Beri Kesempatan Memilih

Beri kesempatan si kecil membuat keputusan sendiri dalam lingkup kecil sejak dini agar kelak ia terbiasa menentukan serta memutuskan sendiri hal-hal dalam kehidupannya. Misalnya, sebelum menentukan menu di hari itu, ibu bisa memberi beberapa alternative masakan yang dapat dipilih anak untuk makan siangnya. Demikian pula dalam memilih pakaian yang akan dipakai untuk pergi jalan-jalan atau ke pesta ulang tahun temannya.

2. Hargailah Usahanya

Hargai sekecil apapun usaha yang diperlihatkan anak untuk mengatasi sendiri kesulitan yang ia hadapi. Misalnya, si kecil membutuhkan waktu lama untuk membuka sendiri bungkus snacknya. Sebaiknya orang tua memberi kesempatan padanya untuk mencoba dan tidak langsung turun tangan untuk membantu membukakannya. Jelaskan juga padanya bahwa untuk membukanya akan lebih mudah kalau menggunakan gunting. Kesempatan yang Anda berikan ini akan dirasakan anak sebagai penghargaan atas usahanya, sehingga akan mendorongnya untuk melakukan sendiri hal-hal lainnya.

3. Tidak Langsung Menjawab Pertanyaan

Meskipun salah satu tugas orang tua adalah memberi informasi sesrta pengetahuan yang benar kepada anak, namun sebaiknya orang tua tidak langsung menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Sebaiknya berikan kesempatan padanya untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dan tugas Andalah untuk mengkoreksi apabila salah menjawab atau memberi penghargaan kalau ia benar. Kesempatan ini akan melatihnya untuk mencari alternatif-alternatif dari suatu pemecahan masalah. Misalnya, “Bu, kenapa sih kita harus mandi dua kali sehari?” Biarkan anak memberi jawaban sesuai dengan apa yang ia ketahui. Anak pun terlatih untuk tidak begitu saja menerima jawaban orang tua, yang akan diterima mereka sebagai satu jawaban yang baku.

4. Dorong Untuk Melihat Alternatif

Sebaiknya anak pun tahu bahwa untuk mengatasi suatu masalah, orang tua bukanlah satu-satunya tempat untuk bertanya. Masih banyak sumber-sumber lain di luar rumah yang dapat membantu untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Untuk itu, cara yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan memberitahu sumber lain yang tepat untuk dimintakan tolong, untuk mengatasi suatu masalah tertentu. Sehingga anak tidak akan hanya tergantung pada orang tua, yang bukan tidak mungkin kelak justru akan menyulitkan dirinya sendiri. Misalnya, ketika si anak datang pada orang tua dan mengeluh bahwa sepedanya mengeluarkan bunyi bila dikendarai, Anda dapat memberi jawaban, “Coba ya, nanti kita periksa ke bengkel sepeda.”

5. Jangan Patahkan Semangatnya

Tak jarang orang tua ingin menghindarkan anak dari rasa kecewa dengan mengatakan ‘mustahil’ terhadap apa yang sedang diupayakan anak. Sebenarnya apabila anak sudah mau memperlihatkan keinginan untuk mandiri, dorong ia untuk terus melakukannya. Jangan sekali-kali Anda membuatnya kehilangan motivasi atau harapannya mengenai sesuatu yang ingin dicapainya. Jika anak minta ijin Anda, “Bu, Ade mau pulang sekolah ikut mobil antar jemput bolehkan?” Tindakan untuk menjawab, ”Wah, kalau Ade mau naik mobil antar jemput kan Ade harus bangun pagi dan sampai dirumah lebih siang. Lebih baik tidak usah deh ya.” Jawaban seperti itu akan membuat anak kehilangan motivasi untuk mandiri. Sebaiknya Ibu berkata, ” Ade mau naik mobil antar jemput? Wah, kedengarannya menyenangkan ya. Coba Ade ceritakan pada ibu kenapa Ade mau naik mobil antar jemput.” Dengan cara ini, paling tidak anak mengetahui bahwa orang tua sebenarnya mendukung untuk bersikap mandiri. Meski akhirnya dengan alasan-alasan yang Anda ajukan, keinganannya tersebut belum dapat dipenuhi.

Sumber : duniabalita.com

Bayi Sehat

Bayi Sehat

Membutuhkan banyak kesabaran untuk merawat dan mengasuh anak kecil, berusia batita hingga balita, apalagi yang aktif. Bawaan alami anak-anak ialah selalu ingin tahu. Bayi kerap memasukan benda-benda ke dalam mulut untuk mengetes, apakah itu enak dimakan atau tudak.

Bahkan, anak-anak usia bawah tiga tahun bisa jadi memasukkan barang-barang ke hidung, atau telinga. Setiap orang di dalam keluarga, bukan hanya orang tua kandung, meski paham aturan keamanan bagi si bocah.

Setiap rumah dengan seorang bayi atau anak kecil harus memiliki lingkungan aman bagi mereka. Itu berarti, semua benda-benda dan hal berbahaya harus dijauhkan dari jangkauan anak. Berikut ada beberapa tips yang layak diingat oleh orang dewasa.

  • ¥ Anak jangan ditinggal dalam mobil atau rumah sendirian hingga mereka cukup tua untuk menjaga diri sendiri bila ada situasi gawat. Bayi dan anak-anak kecil harus diawasi di setiap saat. Bahkan bayi usia satu tahun tahu bagaimana menggulingkan tubuh di atas meja. Anda bayangkan, itu hanya membutuhkan beberapa detik sebelum terjadi musibah!
  • ¥ Jaga obat-obatan dan bahan beracun jauh dari jangkauan anak kecil jika perlu simpan dalam tempat terkunci. Anda bisa memperoleh stiker khusus dari toko bahan kimia untuk menandai botol-botol obat dan racun. Dengan itu, anda bisa mengajari anak mengenali foto dan simbol bahwa isi di dalam botol adalah buruk untuk dimakan atau diminum. Jangan lupa pula, segera bersihkan cairan, cat, bubuk dan bahan kimia yang tercecer atau tersimpan dalam tempat makanan lama.
  • ¥ Catan dan simpan baik-baik nomor telepon dokter, rumah sakit dan layanan gawat darurat di dekat telepon. Ini perlu bila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan serius. Setiap rumah seharusnya memiliki stok pertolongan pertama pada kecelakaan, seperti susu, tablet karbon dan sirup ipecacuanha, terutama sangat diperlukan dalam kasus kecelakaan keracunan. Ingat baik-baik, doktor pasti perlu tahu tepat apa yang telah ditelan si anak dalam kasus keracunan, sehingga ia dapat memutuskan cepat tindakan terbaik.
  • ¥ Cobalah pelajari aturan dasar pertolongan pertama. Itu bisa jadi menyelamatkan orang yang anda cintai. Grup Pramuka, organisasi Palang Merah dan lembaga lain menyelenggarakan pelatihan khusus pertolongan pertama untuk anak-anak. Anda dapat mengikuti salah satu pelatihan bagaimana membantu seseorang yang tersedak dan tercekit, tenggelam, berdarah atau di di situasi berbahaya lain.
  • ¥ Terminal colokan listrik dan alat-alat elektronik harus dilindungi. Ada soket listrik tertentu yang didesain khusus sehingga anak kecil tidak bakal dapat memasukkan sesuatu ke dalam dan menyetrum tubuhnya sendiri. Jangan pernah menggunakan peralatan listrik seperti pengering rambut dan radio yang dapat jatuh ke air atau dekat air di mana seseorang mungkin terciprat, seperti kamar mandi, dekat tempat mandi bayi, atau kolam renang.
  • ¥ Tetap waspada dan selalu awas terhadap objek berbahaya agar jauh dari jangkauan anak-anak, seperti gunting, pisau dan benda-benda yang berpotensi melukai. Bahkan mainan kecil atau bagian dari permainan rakitan tidak seharusnya ditinggal di tempat di mana bayi dapat mengambil dan memakan atau menelan mereka.
  • ¥ Jika anda harus mengasuh bayi, atau mengawasi adik, selalu tanggap dan gunakan kesadaran atas apa yang anda lakukan. Ada cerita bayi berusia bawah tiga tahun tenggelam di bath tube hanya beberapa menit ketika kakaknya meninggalkan kamar mandi untuk mengambil sesuatu, lalu tiba-tiba teralihkan oleh sesuatu yang menarik di TV misal. Selalu cek temperatur air mandi sebelum meletakkan bayi ke dalam bak. Jaga dalam suhu yang nyaman dan hangat.  zawaj.com/itz

Sumber : Republika online

 Page 1 of 12  1  2  3  4  5 » ...  Last » 

Kumpulblogger


Masukkan Code ini K1-B7E4C9-7
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Produk SMART Telecom

Blogroll

Halaman

Kalender

March 2010
S M T W T F S
« Dec    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
© 2009 Balita Jawa Kids All Rights Reserved.
An antisocialmediallc.com variation of Projection Template from Template World
6 visitors online now
6 guests, 0 members
Max visitors today: 6 at 06:36 pm GMT-7
This month: 9 at 03-11-2010 09:48 am GMT-7
This year: 9 at 03-11-2010 09:48 am GMT-7
All time: 9 at 03-11-2010 09:48 am GMT-7